Baruak Paumbuk
Baruak rancak itu mengendap-endap turun dari dahan bareco, melosoh dan batonggok di pematang sawah milik Buyuang Tabuang.
Baruak rancak itu mengendap-endap turun dari dahan bareco, melosoh dan batonggok di pematang sawah milik Buyuang Tabuang.
Suara bantiang, sapi itu entah telah berapa kali melenguh memekakkan telinga. Malam berkabut asap, membuntal dari setiap sudut kandang bantiang milik Tan Tojeh.
Sebuah ingatan bahwa dua minggu lagi adalah minggu pertama ramadhan, di mana saka akan laku keras, membuat sigulambai (semacam inti api dalam mistik minang) yang mulai memercik pada dua bola mata nenek gemuk itu perlahan surut dan padam
Perilaku Kucing Biak yang seekor ini memang berbeda, ia tak peduli dipukul, dihardik, bergelimang abu yang penting ia dapat tidur di tungku dan diatas abu yang hangat.
Tempurung kelapa itu terlalu hanyut dalam semua desing sengau garejoh yang menggeleng-geleng dengan halus dan kencang, ketika sudah tasayak barulah tempurung itu sadar dan meratap, tetapi apa daya.
Senja seminggu yang lalu, jawi itu sedang dihalau pulang oleh Nyiak Ngunguah, mendadak jawi itu menendang keras, Nyiak Ngunguah tersentak ke belakang dengan posisi tertelentang, jawi itu berlari basitoja-sitoja
Sirok sanjo (sesaat menjelang magrib) ini telah babak bundas pula pantat tepos gaek itu karena tahantak (jatuh dengan pantat mendarat tepat mendarat pada bagian yang keras) di tanah keras dan tajaja (posisi bagian tubuh tertentu sedang terletak di satu tempat lalu tertarik oleh sebuah kekuatan yang tidak terlawan)