Sunda Kelapa: Sejarah Pelabuhan Maritim Indonesia
Pelabuhan Sunda Kelapa pada masa kerajaan Tarumanagara berfungsi sebagai tempat bertemunya pedagang dari berbagai belahan dunia, termasuk India, Cina, dan Timur Tengah.
Pelabuhan Sunda Kelapa pada masa kerajaan Tarumanagara berfungsi sebagai tempat bertemunya pedagang dari berbagai belahan dunia, termasuk India, Cina, dan Timur Tengah.
Pertempuran antara pasukan Jawa dan Minangkabau menimbulkan banyak yang terbunuh. Pasukan Jawa berhasil dibuat kocar-kacir dan banyak yang binasa
Tahun 1378 M Adityawarman mengumumkan Kerajaan Minangkabau yang berdiri sendiri, tidak berada di bawah Majapahit. Adityawarman disebut sebagai Maharaja Diraja Raja Alam Minangkabau. Palembang, Lampung, kerajaan kerajaan di Semenanjung Melayu kepulauan Riau berada di bawah Minangkabau
Tamar ke luar rumah memakai kerudung dan bertemu Yahuda di gerbang pinggir jalan. Yahuda tidak mengenal Tamar yang berkerudung, dia kira wanita itu seorang sundal
Semua surat itu diberikan Pu Tading kepada Patih. Dia takut kalau Aditya mengetahui surat itu ada di Wengker ini, tidak sampai kepada alamatnya, dia bisa dibunuh oleh Aditya
Yakub berangkat dari Hebron pada malam hari. Yakub senang berjalan malam dan istirahat di siang hari. Oleh rombongannya dia digelari orang yang suka berjalan malam. Kata Israil, itu berarti orang yang suka berjalan malam
Dyah Wiyat dan Wijaya Rajasa berubah sikap dan ingin menyingkirkan Gajah Mada dari Majapahit. Walaupun demikian mereka tetap tidak berkenan menjadikan Aditya berperan di Majapahit
Adityawarman tidak hadir pada upacara perabuan. Dia hanya dapat hadir pada acara peletakan abu pada kuil perabuan. Pada acara itu Adityawarman bertemu dan berbicara sebentar dengan Gajah Mada, Naladewa dan Senoaji. Pejabat tinggi Maja pahit lainnya menghindar untuk bertemu Adityawarman
Suatu waktu Ibrahim kedatangan tamu
Untuk makan tamunya, Ibrahim menyembelih sapi yang sangat muda. Saat bersantap, Ibrahim melihat tangan tamunya tak sampai ke makanan yang diambilnya. Ibrahim menyadari bahwa tamunya itu adalah malaikat
Dyah Gitarya Tri Buana Tungga Dewi mengirim pesan kepada Pu Aditya; Gajah Mada menyerang Samudra Pasai, agar Aditya tidak mencampurinya. Kalau Gajah Mada minta bantuan harus diberikan bantuan. Pesan tersebut sampai ke Aditya, amanat tersebut Aditya jaga sepenuh hati