[26] Yahudi: Israil, sang Pejalan Malam

redaksi bakaba

Yakub berangkat dari Hebron pada malam hari. Yakub senang berjalan malam dan istirahat di siang hari. Oleh rombongannya dia digelari orang yang suka berjalan malam. Kata Israil, itu berarti orang yang suka berjalan malam

SETELAH Esyaf diangkat sebagai pemimpin keturunan Ibrahim, pada suatu malam Yakub memutuskan pergi ke Wadi Hauran, kampung saudara neneknya Sarah.

Di Hauran, Yakub menemui Laban, saudara neneknya. Laban mempunyai dua anak perempuan, yang tua bernama Lea dan yang muda bernama Rahel. Yakub meminang Rahel untuk dijadikan isterinya.

Jika engkau mengawini anakku, engkau harus bergembala kambing untukku selama tujuh tahun,” kata Laban.

Setelah masa tujuh tahun berlalu, Yakub mengawini Rahel. Paginya, ternyata yang dikawini Yakub adalah Lea. Yakub menuntut kepada Laban. Laban mengatakan; “Jika engkau masih mengingini Rahel, engkau harus bergembala kambing untukku selama tujuh tahun lagi.”

Setelah masa tujuh tahun kedua Yakub bergembala untuk Laban, Yakub mengawini Rahel. Tujuh tahun setelah mengawini Rahel, Yakub tak juga memilik anak. Rahel menyerahkan budaknya, Bilha, untuk Yakub agar Yakub beroleh anak. Dengan Bilha, Yakub beroleh dua anak laki-laki yaitu Dan dan Naftali. Lea tak mau ketinggalan, dia menyerahkan budaknya Zilpa untuk Yakub. Dengan Zilpa, Yakub beroleh dua anak laki-laki yaitu Gad dam Asyer. Dengan Lea, akhirnya Yakub beroleh dua anak laki-laki yaitu Isyakar dan Zebulon.

Waktu berusia tua, Yakub dengan isterinya Rahel beroleh anak laki laki yang bernama Yusuf. Sebagaimana ibunya, Yusuf berwajah tampan dan berpembawaan simpatik.

Sudah berpuluh tahun Yakub mengajarkan ajaran ke-Esa-an Tuhan, dia tak memperoleh pengikut. Mertuanya, Laban, yang paling keras menentangnya. Selain dilanda putus asa, Yakub juga sangat merindukan saudaranya Esyaf. Tanpa pamit kepada Laban, Yakub berangkat malam hari dari Hauran menuju Hebron di Palestina. Yakub membawa seluruh  kekayaan serta anak isteri, cucu dan pembantunya.

Kepulangan Yakub disambut dengan suatu upacara. Para pemuda bertanya siapakah yang datang malam itu, yang tua menjawab: “Dia adalah Yakub yang berangkat malam (Israil) dahulu.”

Menurut riwayat dalam Islam, Yakub berangkat dari Hebron pada malam hari. Yakub senang berjalan malam dan istirahat di siang hari. Oleh rombongannya dia digelari orang yang suka berjalan malam. Kata Israil, itu berarti orang yang suka berjalan malam atau dapat juga berarti orang yang berangkat malam dan kembali malam.

Dalam perjalanan pulang, di Piniel, penyeberangan sungai Yabok terjadi perselisihan antara Yakub dengan Tuhan. Perselisihan itu menyebabkan terjadinya perkelahian. Dalam perkelahian itu Yakub dapat mengunci, membuat Tuhan tak bergerak. Tuhan memohonkan agar dia dilepaskan Yakub dan Tuhan berjanji akan memuliakan dan mencerdaskan keturunan Yakub.

Begitulah cerita di kitab mereka, orang Yahudi mempercayai keturunan Yakub lebih mulia dan lebih cerdas dari manusia lainnya. Semenjak itu Yakub digelari Israil. Israil yang juga diartikan orang yang mengalahkan Tuhan saat berkelahi semalam suntuk.

Di Hebron, Yakub disambut oleh Esyaf dengan kegembiraan dan diberinya tempat pengembalaan yang baik dan luas. Di Hebron pula, Rahel melahirkan anak laki-laki yang diberinya nama Benyamin.

Yakub memiliki anak 12 orang yaitu: 1. Ruben, 2  Simeon, 3. Levi, 4. Yahuda, 5. Dan, 6. Naftali, 7. Gad, 8. Asyer, 9. Isyakar, 10. Zebulon,  11. Yusuf dan 12. Benyamin.
~ Penulis: Asbir Dt. Rajo Mangkuto

Next Post

Leonardy: Penting, Pendidikan Kebangsaan Sejak Usia Dini

Kemajuan teknologi dan informasi saat ini telah menghilangkan sekat-sekat kebangsaan, memudahkan masuknya paham-paham yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia dalam Empat Pilar Kebangsaan