[27] Yahudi: Bermula dari Yahuda

redaksi bakaba

Tamar ke luar rumah memakai kerudung dan bertemu Yahuda di gerbang pinggir jalan. Yahuda tidak mengenal Tamar yang berkerudung, dia kira wanita itu seorang sundal

Yahudi berawal dari Yahuda, salah seorang dari 12 anak Yakub, yang mengawini Syua orang Kana’an. Dari perkawinan itu  Yahuda mendapat tiga anak laki-laki bernama Er, Onan, dan Syela.

Anak pertama; Er, dikawinkan Yahuda dengan Tamar. Sebelum memiliki anak, Er meninggal. Yahuda menyuruh Onan mengawini Tamar. Onan, anak kedua Yahuda, mempunyai kebiasaan mengeluarkan spermanya dengan tangan.. Onan kurang menyukai berhubungan badan dengan isterinya. Kebiasaan Onan sampai sekarang telah melekat menjadi istilah onani. <span;>Onan sebelum memiliki anak sudah meninggal.

Meninggalnya Onan, Tamar dikembalikan Yahuda ke rumah bapaknya. Suatu hari Tamar melihat mertuanya lewat dekat rumahnya. Tamar ke luar rumah memakai kerudung dan bertemu Yahuda di gerbang pinggir jalan. Yahuda tidak mengenal Tamar yang berkerudung, dia kira wanita itu seorang sundal lalu disetubuhinya.

Yahuda berkata: “Engkau akan aku bayar dengan anak kambing dan domba. Sebelum bayaran itu aku lakukan, aku tinggalkan tanggungannya berupa cincin, kalung dan tongkat.”

Akhirnya beredar berita bahwa Tamar telah hamil karena persundalan. Yahuda mendatangi Tamar dan akan membakarnya. Tamar berkata: “Aku bersundal dengan orang yang punya cincin, kalung dan tongkat ini.” Yahuda sangat kaget melihatnya. Janin dalam kandungan Tamar adalah anaknya. Tamar melahirkan anak kembar dua, yang tua diberi nama Peres dan yang muda diberi nama Zerah.

Keturunan dari kedua orang itulah terbentuknya suku Yahudi yang kemudian menjadi bangsa Yahudi. <PL. Kej. 38/1-30>.

Pindah ke Mesir
Keluarga Yakub pindah ke Mesir. 
Yusuf berwajah sangat tampan, berperangai elok, disenangi orang-orang. Saudarannya menaruh cemburu kepadanya.

Pada waktu berumur 7 tahun, Yusuf bermimpi. Dia bersama saudaranya menyusun berkas gandum, berkas gandum saudaranya sujud kepada berkas gandumnya. Berkata saudaranya sesamanya: “Yusuf ingin jadi raja, kita disuruh sujud kepadanya.”

Pada satu kali Yusuf bermimpi lagi, dia melihat matahari, bulan, sebelas bintang sujud kepadanya. Dia sampaikan mimpinya itu kepada bapaknya. Bapaknya berkata, “jangan engkau katakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, nanti dia menaruh cemburu kepadamu.”

Suatu waktu, saudara-saudara Yusuf meminta kepada bapak mereka agar diizinkan membawa Yusuf ke padang gembalaan. Awalnya bapaknya melarang. Setelah dibujuk-rayu akhirnya bapaknya mengizinkannya juga.

Di padang gembalaan, Yusuf mau dibunuh. Ruben berkata: “Jangan bunuh dia. Buat saja rencana lain.” Kemudian, baju Yusuf dibuka saudaranya. Yusuf mereka masukkan ke dalam sumur kering. Maksud Ruben agar nanti dia dapat menyelamatkan Yusuf.

Mereka melumuri baju Yusuf dengan darah domba. Dan melaporkan kepada bapaknya bahwa mereka menemukan baju Yusuf berlumuran darah. Kemungkinan Yusuf telah dimakan serigala.

Yusuf yang dimasukkan saudaranya ke dalam sumur ditemukan dan diambil oleh kafilah Midyan. Merrka menjualnya kepada bani Ismail. Bani Ismail membawanya ke Mesir dan menjualnya kepada Potifar,  kepala pengawal Istana Fir’aun.

Setelah beberapa hari berlalu, sewaktu Ruben melihat Yusuf ke sumur itu, Yusuf tidak ada lagi <Bbl.Kej.37/1-36>.

Penulis: ~ Asbir Dt. Rajo Mangkuto

Next Post

[21] Minangkabau: Adityawarman Dirikan Kerajaan Minangkabau

Tahun 1378 M Adityawarman mengumumkan Kerajaan Minangkabau yang berdiri sendiri, tidak berada di bawah Majapahit. Adityawarman disebut sebagai Maharaja Diraja Raja Alam Minangkabau. Palembang, Lampung, kerajaan kerajaan di Semenanjung Melayu kepulauan Riau berada di bawah Minangkabau