Tour de Singkarak, antara Olahraga, Wisatawan dan Ekonomi

redaksi bakaba

bakaba.co | Perhelatan sport tourism Tour de Singkarak ke-11, 2019, memasuki hari terakhir Minggu ini, 10 November. Rute pamungkas, penentu hari ini dibungkus dengan menyelesaikan etape IX: Pesisir Selatan – Padang dengan lintasan sepanjang 197,3 kilometer.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit yang selalu hadir setiap etape, saat start dan finish mengatakan, iven TdS tahun berikutnya, akan semakin baik lagi. 

“Setiap temuan atau kelemahan akan devaluasi total. Tujuannya, agar ke depan lebih baik lagi,” kata Nasrul Abit dikutip bakaba.co dari tim media TdS.

Gelaran TdS kata Nasul Abit, bukan semata ajang balap sepeda dan wadah promosi kepariwisataan. Namun, juga menjadi ajang pembuktian kalau Sumatera Barat, mampu mengkoordinir penyelenggaraan iven berkelas Internasional dengan jumlah tamu yang datang cukup banyak.

Momentum TdS, tamu yang datang ke Ranah Minang, kata Nasrul, harus bisa merasakan sensasi yang berbeda, baik dari segi pelayanan, keramahan masyarakat, kelezatan kuliner, adat istiadat dan kemolekan budaya hingga sensasi tantangan lintasan yang ada di setiap etape.

Harapan kegiatan TdS makin baik tahun depan. Iven ini juga harga diri Sumbar. Kepercayaan Union Cycliste Internationale, UCI sebagai badan organisasi sepeda dunia kepada Sumbar untuk menyelenggarakan TdS, harus dijaga. TdS juga sudah masuk dalam 100 kalender Wonderful Event Indonesia.

Tak ada yang Lain
Iven TdS menurut Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumatera Barat Hendri Agung Indrianto, selain berdampak secara ekonomi, dan adanya peningkatan pariwisata, sejatinya TdS adalah kebanggaan Sumbar.

“Apakah ada event sebesar TdS di Sumatera Barat yang telah berjalan sebelas kali? ‘Kan tidak ada,” kata Hendri Agung.

Helat TdS sejak tahun kemarin, 2018 sudah diserahkan Kemenpar ke Pemprov Sumbar, dengan pelaksana Dinas Pariwisata Sumbar. Pihaknya sanggup mengorganisir, mengkoordinir berbagai stakeholders seperti Polri untuk pengamanan dan pengawalan. Dinas PU untuk kelayakan jalan. Dinas Kesehatan untuk kesehatan dan berbagai aspek lainnya.

Tahun 2019 pelaksanaan TdS di 14 daerah di Sumbar dan 2 di Jambi. Dinas Pariwisata menggerakkan m, mm memobilisasi 650-700 orang, dari satu etape ke etape lainnya, dari satu daerah ke daerah lainnya.

Kepala Pelaksana TdS di tingkat Provinsi, Dinas Pariwisata Sumbar Hendri Agung minta semua pihak tidak melihat angka-angka peningkatan pariwisata saja. Tapi bagaimana, antusias UCI misalnya, dengan kagumnya pada alam Sumbar, dan antusiasnya warga menyambut TdS.

TdS Diperluas
Di tahun ke-11 berjalannya TdS, menandai dibuka lintasan ke luar wilayah Sumbar yakni Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Ke depan, Pemerintah Sumatera Barat, ingin mengkoneksikan Pulau Sumatera melalui TdS. “Melalui TdS ada banyak nilai-nilai strategis yang hendak dicapai. Terutama dari sisi turisnya, olah raga hingga ekonomi,” kata Nasrul Abit.

Antusias
Dalam perjalanan TdS 2019, secara kasat mata terlihat antusias warga di tiap titik etape menyaksikannya. Warga berbondong hadir di sekitar titik start dan finis, serta berjajar di sepanjang lintasan.

Paling kentara terpantau di etape anyar, Kayu Aro – Dermaga Danau Kerinci yang masuk etape VII dan Sungai Penuh – Painan etape VIII.

Di Dermaga Danau Kerinci lokasi finis etape VII dan Sungai Penuh start VIII, serta titik perlintasan seperti Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, warga membeludak di pinggir lintasan.

Animo masyarakat memberi darah segar bagi panitia penyelenggara. Ini juga bukti Sumbar bisa merangkul daerah dari provinsi tetangga.

“Saya menyambut baik Tour de Singkarak di Kerinci. Saya sebagai putra daerah cukup senang. Melalui TdS, tentu saja akan berdampak kepada kemajuan pariwisata kami di sini. Intinya bagus karena manarik tamu luar untuk melihat Kerinci lebih dalam lagi,” ujar Saka Anyana Nugraha, salah seorang warga Kerinci.

Selain Gunung Kerinci dan kebun teh, menurut Saka, Kerinci memiliki destinasi lain seperti air panas Semurup, dan Danau Kerinci. Dengan banyaknya tamu yang datang, tentu saja diharapkan objek wisata unggulan lainnya berdampak dari sisi promosi.

Saka berharap, pasca penyelenggaraan TdS ini, akan banyak membawa dampak positif bagi Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Baik dari sisi pariwisata maupun ekonomi.

“Konsep menawarkan rumah warga yang dijadikan home stay sebagai tempat penginapan sangat bagus dan dapat menunjang perekonomian warga Kerinci,” kata Saka.

Bupati Kerinci Adirozal menyebutkan, iven Tour de Singkarak selama ini dirindukan masyarakatnya. Prediksi penonton akan membeludak, menjadi kenyataan. Bahkan, mengalahkan jumlah penonton di etape sebelumnya.

Adirozal menilai, Tour de Singkarak, bisa sebagai salah satu upaya untuk lebih memajukan ekonomi Kerinci yang saat ini pertumbuhannya berada di angka 6.68 persen. Tahun depan, Adirozal menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk membuat kerajinan tangan dan menjual berbagai macam jenis kuliner yang ada. “Tahun depan, kita ulang lagi. Kami masyarakat Kerinci mengharapkan Pemerintah Sumatera Barat, untuk kita ulangi lagi TdS tahun depan di Kerinci,” kata Adirozal.

~ fadhly Reza/bakaba

Bagikan
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Next Post

Tour de Singkarak 2019 Berakhir, Pebalap dan Team Malaysia Juara

bakaba.co | Tour de Singkarak 2019 Berakhir, pebalap Sapura Cycling Team, Malaysia Jesse Ewart meraih gelar Juara Umum TdS 2019. Etape IX sebagai etape terakhir TdS ke-11, menempuh rute Pesisir Selatan – Kota Padang, hari ini, Minggu 10 November. Jesse Ewart, pebalap asal Australia berhasil mempertahankan juara TdS yang diraihnya […]