Bukan Slogan, Beda SARA Tetap Bersaudara

redaksi bakaba

Ada peribahasa mengatakan: “A picture can tell you much more than a thousand words can do” Sebuah gambar dapat bercerita jauh lebih banyak daripada apa yang dapat dilakukan dengan seribu kata. 

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
Beda SARA Tetap Bersaudara - Tjiptadinata Effendi foto. doc. pribadi
Tjiptadinata Effendi foto. doc. pribadi

‘Beda SARA Tetap Bersaudara’ – Sebuah Gambar dapat Bercerita Lebih Banyak dari Seribu Kata.

Ada peribahasa mengatakan: A picture can tell you much more than a thousand words can do Sebuah gambar dapat bercerita jauh lebih banyak daripada apa yang dapat dilakukan dengan seribu kata. 

Bahkan ada yang mengatakan: “No Pict = Hoax”. Tapi tentu tulisan ini tak hendak membahas tentang hal ini, karena hanya akan menciptakan perdebatan yang tidak ada gunanya. 

Foto Dokumen Pribadi Tjiptadinata Effendi
Foto Dokumen Pribadi Tjiptadinata Effendi

Dan boleh jadi, ketika sebuah kejadian sedang berlangsung, orang yang mengalami tidak sedang dalam kondisi siap untuk mengabadikan peristiwa tersebut dengan kameranya.

Jadi, bila ada yang menulis kisahnya tanpa didukung gambar, kita bebas boleh percaya atau tidak. Tetapi tidak berhak memvonis bahwa tulisan tersebut adalah hoaks.

Sebagai orang yang terlahir di kota Padang, sebagai keturunan Tionghoa di daerah Sumatera Barat, semua orang sudah tahu, bahwa etnis Tionghoa adalah double minoritas.

Baca juga: [8] Minangkabau: Kedatangan Bangsa India

Pertama, dari persentase, jumlah orang Tionghoa di Padang, hanyalah sekitar 3000 jiwa. Prakiraan 3 persen dari total penduduk Padang yang berjumlah sekitar 900 ribu orang. Sebagian besar etnis Tionghoa memeluk agama Katholik, Kristen dan Konghucu. Etnis Tionghoa yang memeluk agama Islam, jumlahnya sedikit dan biasanya, karena alasan pernikahan.

Foto Dokumen Pribadi Tjiptadinata Effendi (paling kanan)
Foto Dokumen Pribadi Tjiptadinata Effendi (paling kanan)

Di ma bumi dipijak di sinan langik dijunjuang  (di mana langit dipijak, di sana langit dijunjung).

Sebuah fakta yang tak terbantahkan, 99 persen etnis Tionghoa sejak lahir menggunakan Bahasa Padang sebagai bahasa sehari-hari. Paling banyak hanya 1 persen yakni para pendatang dari Riau dan Medan yang menggunakan bahasa Hokkian.

Karena itu, dalam usia yang kemarin sudah melalui angka 77 tahun, kosa kata bahasa Hokkien yang bisa saya ucapkan adalah: “Kamsia” atau “Cincailah” Begitu juga dengan istri saya. Kalau bahasa Mandarin yang saya hafal adalah: “Wo ai nie” dan  “Xie xie nin”.

Sebagai fakta lainnya adalah keberadaan Pasar Tanah Kongsi, yang merupakan Pasar Pagi kota Padang, Di sana sangat kentara, begitu kentalnya hubungan persaudaraan antar warga Pribumi dan Etnis Tionghoa.

Foto Dokumen Pribadi Tjiptadinata Effendi (duduk - paling kiri)
Foto Dokumen Pribadi Tjiptadinata Effendi (duduk – paling kiri)

Saya tahu persis, karena bertahun-tahun tinggal di sana. Emak-emak yang menjual sayur di depan kedai merangkap tempat tinggal kami, setiap hari menitip barang dagangannya di kedai saya. Mereka bebas keluar masuk, kalau mau ke toilet atau mau shalat.

Tak pernah satu sen pun kami memungut uang dari mereka, walaupun pada waktu itu hidup kami sesungguhnya tidak lebih baik dari emak-emak itu. Mereka numpang masak air dan segala sesuatu yang dibutuhkan, karena kami sudah bagaikan satu keluarga.

Berbaur, tak Sebatas Slogan

Kalau mau diceritakan, mungkin bisa menjadi satu novel. Karena itu biarlah kita sudahi hingga di sini saja. Dan titip pesan, bahwa untuk mengaplikasikan ‘Beda SARA Tetap Bersaudara’, tidak cukup hanya sebatas slogan. Tapi benar-benar perlu saling membuka hati.

~ Penulis, Tjiptadinata Effendi, seorang motivator, Kompasiana Senior, Pendiri Reiki Indonesia, asal Padang merantau ke Australia.
~Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi, yang sejak dilahirkan sudah menerapkan; Beda SARA Tetap Bersaudara.

Advertisement
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
Next Post

Perantau Nagari Situjuah Batua Halal bi Halal Online

Ferri Domnal mengatakan, halal bi halal secara online ini, tidak hanya diikuti perantau Situjuah Batua di Jabodetabek dan sekitarnya.
Halal bi halal perantau nagari situjuah batua