Inovasi Dosen UM Sumbar, Kulit Pisang Jadi Keripik

redaksi bakaba

Kulit pisang merupakan salah satu bagian buah pisang yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Keripik Kulit Pisang Image by StockSnap from Pixabay
Keripik Kulit Pisang Image by StockSnap from Pixabay

bakaba.co | Payakumbuh | Lazimnya buah pisang diolah dijadikan keripik pisang. Tetapi, di tangan dua dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, kulit pisang bisa dijadikan keripik untuk makanan. Inovasi yang dikembangkan dua orang dosen itu tergabung dalam Tim Pengabdian Masyarakat di Sungai Tabir, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari Kota Payakumbuh.

Pelatihan Pengolahan Keripik Kulit Pisang oleh Dosen UM Sumbar, foto ist.

Kulit pisang merupakan salah satu bagian buah pisang yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Kulit pisang biasanya dijadikan pakan ternak, pupuk organik atau hanya dibuang begitu saja. Banyaknya kulit pisang yang terbuang menjadikan kulit pisang tidak bernilai bagi masyarakat, padahal kulit pisang dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk makanan yang bergizi.

Melihat kondisi tersebut, tim dosen Fakultas Pertanian UM Sumbar telah mendapat ide inovatif menjadikan kulit pisang menjadi kerpik kulit pisang. Inovasi tersebut kini disosialisasikan kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan pengabdian masyarakat. Harapannya kulit pisang tidak lagi terbuang sia-sia.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi kelompok wanita tani terkait pemanfaatan limbah kulit pisang agar dapat bernilai ekonomi tinggi. Masyarakat sasaran yang dibidik adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Sungai Tabir, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari Kota Payakumbuh. Kegiatan tersebut digelar selama bulan September hingga Oktober 2022 dan berakhir pada Senin (31/10/2022). Bertempat di kenagarian Koto Panjang Padang dan dihadiri oleh hampir seluruh anggota kelompok, baik yang mengolah pisang maupun yang tidak.

Kulit Pisang yang akan dijadikan keripik, foto ist.

Selama ini masyarakat setempat yang pada umumnya mengolah pisang menjadi keripik dan menghasilkan limbah kulit pisang yang banyak. Namun dengan pengetahuan yang baru ini, diharapkan pelaku usaha keripik pisang tidak saja membuat keripik pisang, tetapi juga keripik kulit pisang.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Revi Ernanda dan anggota Chika Sumbari, menyampaikan materi seputar pemanfaatan kulit pisang menjadi keripik kulit pisang sebagai upaya dalam memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi produk yang bernilai ekonomis.

Kulit pisang matang yang selama ini dibuang, terlebih dahulu dihaluskan, ditambah tepung, dan diberi penyedap rasa hingga menjadi adonan. Adonan kemudian dipotong-potong hingga membentuk irisan keripik mentah. Setelah itu dikeringkan di bawah sinar matahari. Jika sudah kering digoreng hingga menjadi keripik yang enak untuk dimakan.

Peningkatan keterampilan kelompok tani dapat diterapkan dengan memberikan pendampingan kepada kelompok tani yang menghasilkan produk sendiri, berupa pelatihan pengolahan produk, pelatihan e-marketing, dan pelatihan kewirausahaan lainnya agar kelompok tani dapat memiliki kemampuan dalam meningkatkan nilai tambah suatu produk dan dapat meningkatkan perekonomian.

Ilham | bakaba

Next Post

Justice League

Human dignity tidak dikenal dalam justice league, moralitas sebagai pengakuan kemanusiaan dengan nilai diri kemanusiaan ditempatkan sebagai standar respect dalam perspective human dignity
Justice League - Image by Jo_15_15 from Pixabay