[8] Yahudi: Great Diaspora

redaksi bakaba

Bangsa Yahudi berkonsentrasi di Wadil Qura, Fadak, Taima, Khaibar dan Madinah. Bangsa Parsi melindungi mereka untuk dipergunakan nantinya menyerang Palestina.

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
Diaspora - Image by kalhh from Pixabay
Image by kalhh from Pixabay

SECARA berangsur-angsur Yahudi menyelusup kembali ke Yudea. Tahun 135 M terjadi pemberontakan Yahudi di bawah Koheba. Lima tahun kemudian, tahun 893 Y /140 M pemberontakan dapat ditumpas. Dibuat ketentuan, daerah Palestina dinyatakan daerah terlarang buat bangsa Yahudi (Ailea Kapitolina). Kemudian terjadilah Great Diaspora. Suku-suku bani Israil lainnya yang tidak ikut berontak juga ikut terusir dari Palestina. Penganut agama Isa pun ikut terusir. Mereka berserakan di daerah padang pasir Arabia bahkan sampai ke Yaman. Bangsa Yahudi berkonsentrasi di Wadil Qura, Fadak, Taima, Khaibar dan Madinah. Bangsa Parsi melindungi mereka untuk dipergunakan nantinya menyerang Palestina.

Kemana saja mereka pergi orang Yahudi aktif menyebarkan ajarannya yang berdasarkan kitab Kanisah itu. Kitab Kanisah tak ada lagi terpaksa mereka menterjemahkan LXX (Septuaginta) ke dalam berbagi bahasa yang mereka pakai di mana mereka berada. Terdapat kodec Sinaitikus terjemahan LXX ke dalam bahasa Ibrani. Banyak juga bangsa atau ras lain memasuki agama Yahudi. Kemudian terbentuklah Yahudi ras Eropa Barat (Yahudi Ezkinaz), Yahudi ras Eropa Timur (Yahudi Sparadim), Yahudi ras hitam Etopi (Yahudi Falashas). Yahudi yang berasal dari keturunan Ibrahim disebut Yahudi Semitik. Dari semua ras itu, yang terbanyak dari mereka ialah Yahudi Falashas.

Kaisar Konstantine Memasuki Agama Christos

Tercatat, tahun 1072 Y (319 M) Kaisar Konstantine the Great memasuki agama Christos. Tahun 1078 Y (325 M) dia adakan Konsili I, pertemuan para uskup di Necea. Pada konsili ini ditetapkan rumusan-rumusan tentang ajaran Yesus. Ditetapkan kitab yang sah untuk agama Christos (Kanonikal book), kitab yang dilarang untuk dipakai (apokriphal book).

Tahun 326 M Makarios uskup Aelia bersama Kaisar Konstantine menyatakan bukit cadas Zaitun (Golgota), dimana berdirinya kuil Yupiter adalah tempat tersalib dan dikubur dan bangkitnya Yesus. Di tempat itu dibangun gereja kuburan suci atau gereja Martyr (Martyrium) atau holy sepulcher. Jalan yang ditempuh Yesus memikul salib dinamakan Via Dolorosa yang artinya jalan penderitaan. Di tempat kuil Aphrodite dibangun Basilika. Tempat suci agama Trinatas itu berubah menjadi tempat suci agama Christos (Kristen). Bukit Zaitun dinamai Yeruzalem Baru. Di Yeruzalem Lama (bukit Zion) dibangun gereja Eleona. Yeruzalem dari kotanya orang Yunani dan Yahudi berubah menjadi kotanya orang Kristen. Akhir abab ke-4 s.d. abad ke-7, Yeruzalem penuh dengan pendeta-pendeta, biarawan, biarawati serta rahib-rahib.

Baca juga: [4] Yahudi: Kembali ke Babilon, Dilindungi Parsi

Tanggal kelahiran Yesus ialah 25 Desember tahun 753 Y. Tarikh 753 Y dijadikan tahun 001 C (Christos) Diumumkan agar seluruh Negara Roma mengubah tahun Yulian menjadi tahun Christos.

Membaca riwayat kelahiran Isa dalam Bible terdapat tiga tahun kelahiran Isa yaitu tahun sensus di Yudea, dua tahun setelah meninggalnya Herod the Great dan pengumuman Kaisar Konstantine the Great 753 Y.

Tahun sensus di Yudea ialah 760 Y. Berarti tahun kelahiran Isa (Yesus tahun 760 Y atau tahun 007 C (tahun kelahiran Christos). Tahun kematian Harod the Great ialah 749 Y atau 006 SC (Sebelum kelahiran Chistos). Al Quran tak berbicara tahun kelahiran Isa.

Tanggal kelahiran Isa, ialah pada tahun sensus yang berjalan siang malam, pengembala dan sapinya pada malam hari berada di padang pengembalaan. Tanggal itu adalah di musim panas Mei sampai Juli. Bulan Desember adalah musim yang paling dingin di bumi belahan utara termasuk Palestina. Al Quran menyatakan kelahiran Isa di waktu korma berbuah masak yaitu di musim panas sekitar bulan Mei atau Juni.

Sementara muslim dari Kopernaum yang terusir menyebar ke padang pasir sampai ke Yaman. Pada abad ke-3 M raja-raja Himyar telah mereka muslimkan, telah mereka yakinkan ajaran ketuhanan Yang Esa dan kerasulan Isa. Raja Syammar Yar’asy al Akbar (Zulqarnain = the Great) adalah seorang muslim yang ta’at. Dia berangkat dari Yaman menuju pantai selatan Iran menuju Afganistan, Oksiana. Di Oksiana dia mendirikan Negara dengan ibu kota Syammar Khan dan kota Balk. Riwayat Zulqarnain ini dikokohkan al quran pada <Q.18/83-98>. Zulqarnain mengembangkan ajaran Ketuhanan yang Esa. Orang yang mukmin bersama Zulqarnain dimudahkan urusannya dan orang yang zhalim dihukum oleh Zulqarnain.

Waktu Islam Muhammad berkembang di sana pengikut keturunan Syammar inilah pendukung utamanya. Kerajaan Himyar di San’a diserahkan kepada saudaranya. Keturunannya As’ad Abu Karb dengan pasukan besar menyusur teluk Parsi melalui Iraq lanjut ke utara ke pantai barat laut Kaspi. Di sana dia mendirikan Negara Kojar. Orang Eropah menyatakan Kojar adalah orang Yahudi dan ada pula yang mengatakan Kojar menganut ajaran The First Christian (ajaran Kristen pertama). Sewaktu Islam berkembang ke Kojar mereka memasuki Islam.

| Penulis: ~ Asbir Dt. Rajo Mangkuto
| Image by kalhh from Pixabay 

Advertisement
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
Next Post

Idul Fitri dan Kemerdekaan Diri

Bagi orang-orang beriman, idul fitri merupakan hari kemerdekaan jiwa. Ketika jiwanya telah suci, maka jiwa tersebut terlepas dari perbudakan dan intimidasi egonya.
Idul Fitri - Gambar oleh Gordon Johnson dari Pixabay