Sumbar PSBB, Perantau ‘Pulkam’ tidak Terbendung

redaksi bakaba

Perantau pulang kampung, rata-rata 4.851 orang setiap hari menghirup kembali udara kampung halaman mereka.

bakaba.co | Sumbar | Perantau Minang dari berbagai kota dan daerah perantauan memutuskan pulang ke kampung. Dalam rentang waktu dua pekan, 31 Maret sampai 15 April 2020 sebanyak 82.473 orang perantau pulang ke Sumbar. Artinya, rata-rata 4.851 orang setiap hari menghirup kembali udara kampung halaman mereka.

Apa tanggapan Gubernur Sumbar tentang kenyataan itu? Melalui Kepala Biro Humas Kantor Gubernur Sumbar, Jasman Rizal dalam ekspos medianya, Jumat, 17 April 2020, menyatakan: “Mudah-mudahan masyarakat yang baru masuk ke Sumbar tetap taat dan patuh dengan segala aturan pemerintah. Tetap isolasi mandiri, setidaknya empat belas hari dengan ketat.”

Beberapa pekan lalu, Pemda Sumbar meminta perantau tidak pulang  kampung. Himbauan itu terkait upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona: Covid-19. Ada keinginan mengurangi bahkan menyetop masuknya ‘orang’ ke Sumbar dari daerah/wilayah merah Covid-19. Himbauan Gubernur Sumbar dilanjutkan dengan melakukan aksi memeriksa penumpang kendaraan, bus yang masuk di 10 pintu gerbang ke Sumbar.

Antara himbauan dan kenyataan, tidak bisa seperti garis lurus. Dalam pantauan bakaba.co, di berbagai nagari sempat muncul aksi penolakan warga atas pulang kampungnya anak nagari mereka. Kemudian himbauan diperlunak dengan mengharuskan perantau memeriksakan diri ke puskesmas dan tidak melakukan kontak dengan warga lain selama 14 hari.

Sumbar PSBB

Gubernur Sumbar yang mengajukan dilakukannya Pembatasan Sosial  Berskala Besar (PSBB), kemarin, Jumat, 17 April 2020 keluar SK Menkes RI menyetujui dijalankannya PSBB di Sumbar. Keputusan Menkes dilakukannya PSBB di Sumbar ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/260/2020.

Keputusan PSBB di Sumbar dikeluarkan setelah tim Menkes melakukan kajian. Di mana ditemukan kasus Corona: Covid-19 di Sumbar mengalami peningkatan dan penyebaran kasus yang signifikan.

PSBB disetujui setelah dilakukan proses kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya oleh tim teknis.

Kondisi Sumbar

Kondisi terakhir, 17 April 2020,  masalah pandemi Covid-19 di Sumbar tercatat: Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 206 orang, 39 orang masih dirawat di 10 rumah sakit rujukan yang ada di Sumbar, isolasi mandiri di rumah 23 orang.

Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) 6.196 orang, proses pemantauan 644 orang, selesai pemantauan 5.552 orang. Pasien positif Covid-19 yang meninggal di Sumbar sudah 6 orang.

~ aFS/bakaba
~ Gambar ahmad syahrir, Pixabay 

Advertisement
Next Post

Efek Covid-19: Sumbar Siapkan BLT Rp 225 M

"Untuk tahap pertama diberlakukan PSBB selama dua pekan, sampai lima Mei. Semua Bupati dan Walikota di Sumbar diminta mengikuti aturan dalam program PSBB."
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit

sikat88 warung168 cair138 rupiah138 abcslot gas138 sido247 bonus138 gebyar123 daget77 octoplay88 playbet88 monsterbola macaudewa vegashoki88 slot enterslots jakartacash 7meter 7winbet megahoki88 koinvegas omega89 cuan138 dragon77 infini88 selot138 liga slot emas138 grandbet panen88 bola138 pragmatic77 cso777 sbobet138 lucks77 tambang88 sepin99 garuda99 selot88 obor138 max77 dragon303 caspo777 emas168 ceriabet dolar138 bos88 javaplay88 cocol88 bosswin168 hoki99 super138 egp88 dewa89 viva99 qqpedia bigceme klikbet77 kingceme 77dragon gem188 receh88 planet88 lumbung88 ingatbola88 luck99 kaisar888 poker369 murah138 joker99 maxwin138 agen338 bonanza138 online138 ligaciputra slotid88 royalslot sonic77 hoki368 garuda138 luxury111 mild88 ligadewa zeus138 asialive88 roma77 idncash88 dewagg dewaasia vegas88 selot slot deposit dana joker123 138 slot sloto hoki138 star77 mega138 bonanza88 bet88 mantap168