Peresmian Museum PDRI oleh Fadli Zon, Kenang Perjuangan Bela Negara
“Ke depan, tantangan zaman akan lebih berat dan kompleks lagi. Namun, semangat perjuangan untuk bangsa dan negara harus tetap hidup di setiap dada manusia Indonesia,” ujar Fadli Zon
“Ke depan, tantangan zaman akan lebih berat dan kompleks lagi. Namun, semangat perjuangan untuk bangsa dan negara harus tetap hidup di setiap dada manusia Indonesia,” ujar Fadli Zon
Memerdekakan Indonesia dan mempertahankan eksistensi Republik waktu itu dilakukan para pemimpin yang terdidik, tercerahkan, beretika tinggi dan mereka mampu melampaui diri.
Mantan sekretaris pribadi M. Natsir tersebut juga memberikan kesaksiannya tentang upaya-upaya M. Natsir dalam mewujudkan negara Islam di Indonesia secara konstitusional.
Ibn Sina menyebutnya dengan al-Madinah al-Hasanah al-Siyrah. Di mana pemimpin dan masyarakatnya tunduk kepada moralitas kebangsaan yang tidak tertulis.
Dalam penutupan sidang, Soekarno mengulang kembali kata-katanya “oleh karena pokok-pokok lain kiranya tidak ada yang menolak, pokok-pokok dalam Preambule dianggap sudah diterima.”
Lantas bagaimanakah dengan Pancasila? Apakah Pancasila weltanschauung atau ideologi. Mengacu kepada gagasan pendiri awal bangsa, bahwa Pancasila tidak dibentuk dengan idea-idea individu Yamin, Soepomo, Hatta, Hadikoesoemo dan maupun Soekarno
Seperti dikatakan Soekarno “mengalirlah, hai sungai revolusi Indonesia, mengalirlah ke laut, janganlah mandek, sebab dengan mengalir ke laut itu, kamu setia kepada sumber mu.”
Soekarno dengan tegas telah menyatakan bahwa Pancasila itu digali dari nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia. Sebagai gagasan politis yang disampaikan dalam pidato-pidato pada sidang BPUPKI semenjak Maret 1945
Jika kekuatan gizi yang jadi ukuran dalam kontestasi demokrasi dan memilih pemimpin maka tidaklah berguna lagi pendidikan karakter atau menjadi cerdas karena cukup ajarkan saja di bangku-bangku pendidikan bagaimana jadi orang kaya cepat sehingga bisa jadi kandidat dalam Pilkada.
Dahl mencontohkan masalah pengertian demokrasi “pemerintahan oleh rakyat”, siapakah yang dinamakan rakyat, apakah artinya bahwa rakyat itu “memerintah”