Covid-19 dan Kearifan Lokal Minang yang Diabaikan
“Kepedulian, tanggung jawab di Minangkabau sebenarnya sangat tinggi. Masalahnya adalah sikap batin, yang sekian lama tidak dibenahi. Padahal itu adalah ruh Minangkabau,” kata Buya Gusrizal.
“Kepedulian, tanggung jawab di Minangkabau sebenarnya sangat tinggi. Masalahnya adalah sikap batin, yang sekian lama tidak dibenahi. Padahal itu adalah ruh Minangkabau,” kata Buya Gusrizal.
Otentisitas nilai itu, di manapun, mungkin memang sulit mengatakannya orisinil jika tolak ukur dan standar yang dipakai adalah temuan-temuan baru oleh barat ataupun eropa.
Raja dan para pembesarnya dipanggil Datok. Kerajaan Sriwijaya disebut kerajaan Kedatukan. Raja Sriwijaya sendiri dipanggil dengan Yang Dipetuan Datuk Sriwijaya.
Sekitar abad ke-3 Masehi bangsa Tamil berdatangan ke Sumatra. Mereka mendarat di Barus dan menyebar ke hampir seluruh daerah di Sumatra. Sebagian di antara orang Tamil bermukim di sebelah utara.
Dinasti Ptolemy merupakan kelompok penguasa peninggalan kekuasaan Alexander, bangsa Yunani yang berkuasa di Mesir.
Kedatangan bangsa Vietnam, Laos dan Kamboja sebagai kelompok Melayu Muda ke Minangkabau pada abad ke-5 SM, berbagai peninggalan ditemukan di sekitar Batusangkar
Orang yang berasal dari suku Mee Nam ini disebut Proto Melayu (Melayu Tua). Suku Mee ini suka memelihara kerbau. Lambang kebesaran bagi mereka kepala kerbau serta tanduknya.
Di Sumatra, orang Arab mengambil kampher dan lada. Pada abad ke-3 M di Fansur/Barus telah bermukim kelompok penganut ajaran Isa. Sea Routes, perdagangan melalui jalur laut sudah berlangsung kembali dan ramai.
Minangkabau akan berakhir dan ditinggalkan masyarakatnya jika tidak memiliki daya tawar yang kuat untuk menyelamatkan masyarakatnya dari himpitan besar peradaban baru yang material-kapitalistik.
Mereka berlabuh di Katiagan, memasuki sungai yang mengalir ke barat, sungai Masang dan sampai di suatu dataran tinggi lembah tiga gunung: Tri Arga. Mereka menetap. Mereka itulah nenek moyang pertama orang Minangkabau.