Baruak Paumbuk
Baruak rancak itu mengendap-endap turun dari dahan bareco, melosoh dan batonggok di pematang sawah milik Buyuang Tabuang.
Baruak rancak itu mengendap-endap turun dari dahan bareco, melosoh dan batonggok di pematang sawah milik Buyuang Tabuang.
Orang Minangkabau di masa depan tidak harus menjadi kelompok minoritas yang menompang pada kebudayaan lain. Mereka tetap dapat mengatakan, “Saya orang Minangkabau” dengan penuh rasa percaya diri dan bangga.
Suara bantiang, sapi itu entah telah berapa kali melenguh memekakkan telinga. Malam berkabut asap, membuntal dari setiap sudut kandang bantiang milik Tan Tojeh.
Kato Nan Ampek tidak lagi menjadi domain yang penting bagi kebanyakan orang Minangkabau. Bahkan banyak yang tidak lagi memahami maknanya secara mendalam. Gerusan yang dibuat budaya global telah berhasil menjauhkan orang Minangkabau dari kearifan budayanya sendiri.
Sebagai media yang fokus kepada pembangunan budaya, ide-ide kreatif dan informasi, dengan penulis yang mumpuni di bidangnya, masuk ke dalam ruang-ruang kesadaran intelektual publik yang mulai diabaikan.
Minangkabau oleh karenanya dapat dikategorikan sebagai salah satu dari bentuk peradaban, sebagaimana peradaban Yunani, Eropa, Mesir, China, dan Arab.