Rizal Ramli ‘Manyilau Kampung’ dan Berdiskusi dengan Rakyat

redaksi bakaba

“Kehadiran ekonom Rizal Ramli di Simarasok, masyarakat nagari juga menyiapkan kegiatan bernuansa adat Minang,” tambah Dt. Reno, salah seorang tokoh masyarakat Simarasok.

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Berdiskusi dengan rakyat Rizal Ramli
Dr. Rizal Ramli foto. ist

bakaba.co, Agam ~ Ekonom dan mantan Menko Kemaritiman Dr. Rizal Ramli selama dua hari, Minggu dan Senin ini berada di Sumbar. “Uda Rizal Ramli pulang untuk menyilau kampung. Selama di Sumbar akan memberikan kuliah umum di dua perguruan tinggi. Juga berdialog dan berdiskusi dengan rakyat.”

Informasi kedatangan Dr. Rizal Ramli ke Sumbar disampaikan Tuanku Herman JRM dalam temu wartawan di Turret Cafe, Kampung Cina, Bukittinggi, Jumat sore, 3 November 2017.

Menurut Herman, yang menyiapkan kegiatan Rizal Ramli “manyilau kampung’, Minggu, 5 November siang, pukul 15.00 di agendakan Rizal Ramli sebagai narasumber diskusi bertemakan ‘Adat Basyandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah sebagai Pondasi Sociopreneurship Masyarakat Nagari Guna Memperkukuh Ketahanan Nasional’ di Nagari Simarasok, Baso. 

Dalam diskusi yang digelar di mesjid Sabar, Simarasok itu, selain Rizal Ramli juga tampil Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar dan Ketua Kerapatan Niniak Mamak Minangkabau Mizhar Dt. Mangkuto Sapaluah. 

“Kehadiran ekonom Rizal Ramli di Simarasok, masyarakat nagari juga menyiapkan kegiatan bernuansa adat Minang,” tambah Dt. Reno, salah seorang tokoh masyarakat Simarasok.

Pada malam hari, di Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang, Rizal Ramli menyampaikan pemikirannya dengan topik ‘Ekonomi Kerakyatan dalam Era Globalisasi”. “Kegiatan di Candung dilaksanakan atas kerjasama Komunitas Selaras Alam dengan Yayasan Syeikh Sulaiman Arrasuli – MTI Candung,” kata Herman.

Dialog dan diskusi Rizal Ramli di Simarasok dan MTI Candung terbuka untuk umum. “Masyarakat yang memperoleh informasi melalui media, dapat ikut menghadiri acara. Tidak harus memiliki undangan, dapat hadir,” ujar Herman.

Baca juga: Rizal Ramli ‘Manyilau Kampuang (1): Bangsa ini Tertinggal karena Tidak Inovatif

Pada hari Senin, 6 November, Rizal Ramli mengisi menyampaikan orasi ilmiah di IAIN Batusangkar dengan tema ‘Peluang dan Tantangan Ekonomi Islam Indonesia dalam Konstelasi Politik Ekonomi’. Siangnya terus ke Padang dan menyampaikan kuliah umum di hadapan civitas akademi UNAND dengan tema ‘Sinergitas Sociopreneurship antara Ranah dan Rantau Berbasis ABS-SBK’.

Petang Senin, sebelum kembali ke Jakarta, Rizal Ramli mengadakan pertemuan dengan pengusaha dan saudagar Minang yang digelar Apindo Sumbar di Kyriad Bumi Minang.

Urang Awak

Rizal Ramli sebagai pakar ekonomi kerakyatan sudah lama menjaga eksistensi dirinya. Sebagai pakar ekonomi, Rizal Ramli pernah menjabat menteri di zaman Presiden Abdurrahman Wahid, bahkan pada kabinet Presiden Jokowi, Rizal Ramli diangkat sebagai Menko Kemaritiman.

Doktor Rizal Ramli yang asli putra Minang, lahir di Padang, 1954, di berbagai forum dan kampus di luar negeri dan di Indonesia sering menyampaikan pemikiran ekonomi, pengalaman dan gagasan terkait ekonomi. Sebelum ke Sumbar, Rizal Ramli memberikan kuliah umum di empat perguruan tinggi di Medan.

“Aktivitas dialog dan berdiskusi dengan rakyat bawah kembali dijalankan. Rizal Ramli Ke Sumbar ‘manyilau kampuang’, termasuk agenda dialog kerakyatannya,” ujar Tuanku Herman.

» asraferi sabri/bakaba.co

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Next Post

Rizal Ramli 'Manyilau Kampuang (1): Bangsa ini Tertinggal karena Tidak Inovatif

"Begitulah bangsa kita ini. Dengan negara di kawasan seperti Singapura, Malaysia, Cina dan Jepang, kita tertinggal. Masalahnya, pemimpinnya tidak berani dan inovatif."
Dr Rizal Ramli - bangsa inovatif