[14] Yahudi: Pengaruh Yahudi pada agama Islam

redaksi bakaba

Ahli sejarah menilai kematian Utsman ini akibat fitnah yang disebarkan Abdullah bin Saba

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
Pengaruh Yahudi - Gambar oleh Tom Lyman dari Pixabay
Gambar oleh Tom Lyman dari Pixabay

Pengaruh Yahudi pada agama Islam – Semenjak peristiwa Kahibar tidak ada lagi peperangan antara Yahudi dengan Islam. Yahudi merasa tenang berada dibawah pemerintahan Islam. Yahudi Yaman juga banyak yang masuk Islam, di antaranya seorang pemuka Yahudi bernama Abdullah bin Saba, nama lainnya Ibnu Sauda.

Dalam tindakan, Abdullah bin Saba memperlihatkan ketaatan dan kesalehan dalam beribadat. Banyak orang yang menaruh percaya akan kesalehannya. Ia memuji Ali berlebihan dan mencerca Utsman bin Affan berlebihan pula, sedangkan Utsman waktu itu menjabat khalifah.

Cercaan Abdullah bin Saba mengena karena Utsman banyak mengangkat pejabat utama negara dari keluarganya. Saudaranya Marwan bin Hakam diangkatnya menjadi sekretaris Negara orang nomor dua dalam pemerintahannya. Hakam seorang tulaka, orang yang diampuni setelah dinyatakan dihukum mati di waktu penaklukan Mekah. Hakam dan Affan adik kakak. Saudaranya, Abdullah bin Abi Sarah diangkatnya menjadi Gubenur Mesir dan banyak pejabat lain dari bani Umayyah. Utsman mati dibunuh pemberontak dirumahnya sendiri saat sedang membaca al-Quran. Ahli sejarah menilai kematian Utsman ini akibat fitnah yang disebarkan Abdullah bin Saba ini.

Sepeninggal Utsman, Ali bin Abi Thalib terpilih menjadi khalifah. Perpecahan makin membesar. Terjadi perang Jamal antara Ali di satu pihak dengan Aisyah, Zubir bin Awwam dan Talhah bin Ubaidillah di pihak lain. Ali memenangkan pertempuran ini.

Setelah perang Jamal berlanjut dengan perang Shiffin antara Ali dengan Muawiyah bin Abi Syofyan. Berakhir dengan tahkim yang tidak menyelesaikan masalah. Kemudian terjadi perang Nahrawan antara Ali dengan kaum Khawarij. Berakhir dengan kemenangan Ali.

Baca juga: [13] Yahudi: Penaklukan Benteng demi Benteng

Terkait dakwah yang disebarkan Abullah bin Saba, dia ditangkap dan dijatuhi Ali dengan hukuman mati. Beberapa sahabat menyampaikan kepada Ali, kenapa orang yang bersimpati kepadamu akan engkau bunuh. Akhirnya hukuman kepada Ibnu Saba diganti dengan hukum seumur hidup, dicekal di kota Madain.

Abdullah bin Saba pernah mengatakan bahwa Jibril salah menyampaikan wahyu, seharusnya kepada Ali tapi Jibril menyampaikannya kepada Muhammad. Kepada yang lain disampaikannya pula dalam tubuh Ali mengalir roh Allah. Banyak orang yang baru masuk Islam menjadi terpengaruh. Ajaran Ibnu Saba ini diajarkan secara sembunyi, lama lama beroleh pengikut juga.

Ali bin Abi Thalib mati dibunuh oleh ibnu Muljam seorang Khawarij sewaktu pergi sembahyang subuh. Peperangan dan perpecahan bertambah lama bertambah dalam. Hasan bin Ali dibaiat menjadi pengganti Ali. Hasan menyerahkan seluruh kekuasaan kepada Muawiyah dengan syarat, sepeninggal Muawiyah kekhalifahan dikembalikan menjadi urusan umat muslim.

Hasan mengatakan, mudah-mudahan dengan penyerahan kekuasaan kepada Muawiyah berhenti mengalir darah umat muslim. Sepeninggal Muawiyah terjadi perang lagi antara Yazid dengan Abdullah ibnu Zubir. Keamanan baru tercapai setelah naiknya Abdul Malik bin Marwan menjadi khalifah.

Ali Zainal Abidin pernah berkata; merinding bulu tengkukku mengingat apa yang dikatakan oleh ibnu Saba, semoga Allah melaknatnya. Sesungguhnya Ali bin Abi Tahlib itu adalah seorang hamba Allah dan keluarga nabi yang saleh. Beliau mendapat kemulyaan dari Allah karena ketaatan kepada Allah dan rasulnya, bukan seperti apa yang disampaikan oleh ibnu Saba itu.

Kehadiran Abdullah ibnu Saba dalam sejarah diriwayatkan oleh tujuh jalur riwayat sekte Syiah dan enam riwayat pegangan sekte ahli sunnah wal Jama’ah. Semua riwayat itu mengutuk ibnu Saba (ibnu Saudak) dan mengatakan ibnu Saba sebagai seorang yang menyebar fitnah.

Penulis:
~ Asbir Dt. Rajo Mangkuto
~ Gambar oleh Tom Lyman dari Pixabay 

Advertisement
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
Next Post

TK Sa’adiah, Kreatif tapi Kebablasan

Bupati Agam Dr. Andri Warman diberitahu bakaba.co terkait anak TK di Agam berpakaian tradisi Minang menari dengan diiringi house music. Setelah membaca WA yang dikirim bakaba.co, Andri Warman membalas: "Mohon maaf, untuk saat kini ambo no comment."
TK Sa'adiah Batu Palano, Kabupaten Agam foto Tedjakusuma