Muhammadiyah dan Pariwisata Syari’ah

redaksi bakaba

Persyarikatan Muhammadiyah diharapkan ambil bagian untuk mengembangkan pariwisata berbasis syari’at Islam, khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Bagikan
  • 25
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
Pariwisata Syari'ah - Ustadz Irwandi Nashir
Ustadz Irwandi Nashir

bakaba.co | Limapuluh kota | Persyarikatan Muhammadiyah diharapkan ambil bagian untuk mengembangkan pariwisata berbasis syari’ah Islam, khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Harapan itu disampaikan Ustadz H. Irwandi Nashir setelah berdialog dengan jamaah usai menyampaikan kajian bertajuk ‘Kekokohan Aqidah dan Ketangguhan Ekonomi Umat di Masjid Ansharullah Muhammadiyah Kota Payakumbuh, Senin, (23/11/2020).

Harapan umat ini kata Ustadz Irwandi Nashir, sudah sering disampaikan jamaah kepadanya setiap kali memberikan kajian terutama di kalangan warga Muhammadiyah sendiri. Harapan ini bukan tak beralasan, sebab kabupaten Limapuluh Kota menyimpan kekayaan akan potensi pariwisata terutama wisata alam dan wisata budaya.

“Panorama dan bentangan alam menjadi magnet pariwisata di Kabupaten Limapuluh kota,” ujar dosen IAIN Bukittinggi ini.

Baca juga: Kampung Wisata Sarugo di Koto Tinggi

Banyaknya lahan-lahan kosong yang sangat potensial untuk pengembangan wisata alam di Kabupaten Limapuluh kota jelas akan dilirik oleh banyak investor. Bahkan, sudah banyak lahan-lahan itu yang beralih tangan dengan harga yang rendah.

“Kondisi ekonomi masyarakat yang tak kunjung membaik apalagi di masa pandemi ini, membuat masyarakat memilih menjual aset tanah mereka walaupun dengan harga cukup murah,” kata Irwandi Nashir.

Ditambahkannya, meski lokasi tanah itu berada di kawasan perbukitan, dan bahkan ada yang tak potensial untuk ditanami, namun sangat strategis dan bisa dijadikan kawasan wisata berkelas dunia. “Kita mendorong agar Persyarikatan Muhammadiyah, terutama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota turut ambil bagian dalam sektor pariwisata syari’ah ini,” harap da’i yang pernah mengurus Bidang Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Payakumbuh itu.

Salah seorang pengurus Lembaga Amil Zakat dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Payakumbuh, H. Andi, menambahkan, ditompangkannya harapan umat ini kepada Persyarikatan Muhammadiyah karena Muhammadiyah telah berpengalaman dan memiliki SDM dalam mengurus waqaf umat.

“Insha Allah, umat memberikan kepercayaan kepada Persyarikatan Muhammadiyah untuk menghimpun dana guna membebaskan lahan yang saat ini secara bertahap sudah beralih tangan ke investor”, imbuhnya.

| RelPM/bakaba

Bagikan
  • 25
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
Next Post

Politik Nasi Bungkus dengan 'Bumbu Dosa'

"Sebuah rekaman peristiwa perlu penjelasan lebih lanjut dari perekam untuk menjelaskan peristiwa, waktu, tempat, dan orang-orang yang hadir di tempat kejadian," ujar Ruzi pada bakaba.co.
Politik Nasi Bungkus - Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay