Kapalo Koto Dibalai, Bersama dalam Kearifan

redaksi bakaba

“Semua aktivitas, tindakan dan program asli swadaya masyarakat Kapalo Koto Dibalai,” ujar Lurah Candra.

Bagikan
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
Perangkat Kelurahan Kapalo Koto Dibalai menyerahkan bantuan foto ist.
Perangkat Kelurahan Kapalo Koto Dibalai menyerahkan bantuan foto ist.

bakaba.co | Payakumbuh | Kenagarian Koto Nan Gadang terdiri dari 25 kelurahan, salah satunya kelurahan Kapalo Koto Dibalai yang terletak di Kecamatan Payakumbuh Utara.

“Dalam masa pandemi Covid-19, masyarakat Kapalo Koto Dibalai mencoba membangun kebersamaan sebagai kearifan yang dimiliki masyarakat lokal,” ujar Kepala Kelurahan Kapalo Koto Dibalai Candra Januardi, S.IP, melalui wawancara langsung dengan bakaba.co, Selasa lalu.

Kearifan lokal yang diwujudkan masyarakat Kapalo Koto Dibalai adalah gotong-royong bersama tokoh adat, RT, RW, LPM, PKK dan Karang Taruna. Posko pemantauan Covid-19 dibangun. Di sini di diskusikan program dan kegiatan yang targetnya memutus mata rantai penularan virus. Juga menghimpun berbagai bantuan dari donatur juga kelurahan dan disalurkan kepada keluarga yang terpapar Covid-19 dalam bentuk bahan pangan

“Semua aktivitas, tindakan dan program asli swadaya masyarakat Kapalo Koto Dibalai,” ujar Lurah Candra.

Dalam upaya tetap waspada terhadap penyebaran virus Covid-19 diaktifkan dua posko: Koto Baru dan Bunian. Perangkat kelurahan; RT, RW, LPM, PKK, Karang Taruna membuat jadual piket 2 shift: pukul 07.30-15.00 WIB dan 15.00-23.00 WIB. Setiap personal mendapat jatah dua kali piket dalam sepekan.

Untuk menjaga aktivitas tetap berjalan, pendanaan dan perlengkapan di dua posko dihimpun dari tokoh adat, dari puskesmas Lampasi, dari donatur, dan dari putra-putri tentara.

Sebelumnya, kata Lurah Kapalo Koto Dibalai, upaya yang dilakukan perangkat kelurahan meminimalisasi penyebaran virus dilakukan penyemprotan disinfektan ke jalan-jalan dan ke rumah-rumah warga.

Gerak Cepat

Pertengahan bulan puasa ada satu kasus warga positif Covid-19. Tim bergerak cepat. Terhadap warga yang diduga terinfeksi virus dilakukan Swab di RSUD Adnan WD. Setelah itu langsung dibawa ke BPSTM Provinsi Sumatera Barat untuk dikarantina. Sementara anggota keluarga warga diisolasi mandiri di rumah dengan pengawasan ketat perangkat kelurahan dan diberi bantuan bahan pangan.

Tim kelurahan juga melakukan penelusuran kontak warga yang positif Covid-19.

“Ditemukan empat orang yang kontak dengan pasien, semua dilakukan Swab di RSUD Adnan WD Payakumbuh. Setelah hasil swab keluar, semua negatif,” ujar Lurah Chandra.

Kasus positif kedua menimpa warga Taeh Baruah, 50 Kota yang berdomisili di Koto Baru. Hasil Swab di RSUD Adnan WD, masih ditunggu.

Masyarakat di Kelurahan Kapalo Koto Dibalai Khususnya Koto Baru masih kental prinsip bermasyarakat: “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Hal itu terlihat dari antusiasnya warga yang mampu memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

Kelurahan Kapalo Koto Dibalai menyalurkan bantuan kepada warga yang kena dampak Covid-19 berupa tiga jenis bantuan yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kemensos, dari Provinsi Sumatera Barat dan dari Kota Payakumbuh. Setiap KK mendapat satu jenis bantuan, tidak overlapping.

Berdasarkan amatan di lapangan, masyarakat Kapalo Koto cukup mematuhi protokol Covid-19 antara lain memakai masker, juga pakai sarung tangan.

Salah seorang perangkat RT di Kapalo Koto Syafri Denny mengatakan, warga cukup tertib melaksanakan himbauan pemerintah tentang PSBB dengan menghindari keramaian, juga menjalankan himbuan MUI tentang pelaksanaan shalat berjamaah.

*Laporan, Amelia Gusni Fitri, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Bagikan
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
Next Post

Sikap Masyarakat Soal Sumbar Jadi Daerah Istimewa Minangkabau

Walaupun ada sedikit perdebatan soal siapa yang mencetuskan pertama kali wacana tersebut namun yang menjadi rujukan saat itu media yang meng-ekspose duluan ke publik.
Daerah Istimewa Minangkabau - Gambar oleh Alvi EKo Pratama dari Pixabay