Dr. Ahmad: Biar Rumah Buruk Asal Anak Sarjana

redaksi bakaba

“Orang tua-tua kita dulu tidak bangga dengan emas berlian tapi bangga bila anak-anaknya dapat sekolah, dapat kuliah walaupun rumahnya regot atau buruk, tak malu mereka. Itu kami alami sendiri. Biar rumah buruk asal anak Rokanhulu sarjana.”

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
Wisuda sarjana STKIP Rokania
Wisuda STKIP Rokania

bakaba.co | Riau | Kelebihan orang-orang Pasir Rokanhulu, Riau tidak mengejar harta tetapi menyuruh dan mendorong anak-anaknya menimba ilmu sebanyaknya dan itu merupakan prestasi dan prestise orang tua dan keluarga.

“Orang tua-tua kita dulu tidak bangga dengan emas berlian tapi bangga bila anak-anaknya dapat sekolah, dapat kuliah walaupun rumahnya regot atau buruk, tak malu mereka. Itu kami alami sendiri. Biar rumah buruk asal anak Rokanhulu sarjana.”

Hal itu diungkapkan Dr. Ahmad, M.Si., anggota DPR RI dari Propinsi Riau dalam sambutannya pada Wisuda III STKIP Rokania, Rabu, 25 November 2020.

Dr. Ahmad yang menerima Anugrah Pendidikan dari Presiden RI VI, Susilo Bambang Yudhoyono, tahun 2011, menginformasikan tahun 2021 depan pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengadakan pengangkatan guru dan guru-guru honor sebanyak 1 juta orang.

Baca juga: Supervisi Akademik di Masa Pandemi Covid-19

Tamatan yang diwisuda hari ini, dengan catatan mereka yang terdaftar di Kemendikbud sebagai data pendidikan dasar dapodik dan sudah mengajar serta tercatat, “Insya Allah akan diangkat menjadi pegawai pemerintah yang dipekerjakan, PPPK,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, guru honorer akan menerima gaji Rp4 juta per bulan. Menteri Keuangan sudah menyiapkan anggaran Rp1,92 triliun untuk penambahan formasi guru tahun 2021, kata Ahmad yang menyelesaikan studi doktor dalam usia 65 tahun.

Kekurangan Guru

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Drs. Ibnu Uya, M.Pd.dalam sambutan menyampaikan berharap formasi guru-guru di Kabupaten Rokanhulu yang masih kekurangan sebanyak 700 orang lagi akan diisi oleh alumni STKIP Rokania sebanyak 100 orang dari alumni 199 orang dengan memenuhi persyaratan yang ada.

Menurut Dr. Desmelati, M.Sc. ranking STKIP Rokania berada di urutan 100 dari 2000 Perguruan Tinggi se-Indonesia. Di bidang penelitian meningkat dari binaan ke madya serta akreditasi kampus sudah meningkat dari akreditasi baik menjadi akreditasi baik sekali terutama PBSI dengan nilai 348 yang diberikan oleh BAN-PT.

Yandri A, SH, MH, Pelaksana Tugas Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X (LLDIKTI X), mengharapkan agar STKIP Rokania meningkat terus kualitas lulusan karena dosen yang mengajar sudah berkualifikasi sertifikasi dan doktor dan sarana prasarana yang memadai.

“Lulusan yang sudah menyebar menjadi guru hendaknya juga berperan di tengah masyarakat sesuai dengan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dan lebih meningkatkan diri,” ujar Yandri melalui rekaman video.

Sementara itu Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) mengatakan, jumlah alumni prodi PBSI saat ini 41 orang dan 65 persen sudah jadi yang tersebar di Rohul dan Padang Lawas. Untuk wisuda hari ini sebanyak 22 orang, 10 sudah jadi guru dan 3 jadi pegawai kampus dan pengusaha warnet.

Mereka yang sudah jadi guru: Budi Kusuma, Nurul, Surya Ningsih, Parida Hanum, Dewi Susanti, Nikmah Safitri, Sakinah, Jusrika, dan Ely Sandra. Sedangkan Wayu Sebrina dan Yelfi Eka Putra sera Rizal Efendi pegawai kampus dan pengusaha warnet.

Pada wisuda sarjana III STKIP Rokania juga diserahkan Anugrah Pendidikan kepada: (1). Dr. Ahmad, M.Si. selaku tokoh masyarakat Rokanhulu yang berdedikasi tinggi menggerakkan dan memajukan pendidikan, mantan Bupati Rokanhulu dua periode. (2). Rusli Segun selaku orang tua peduli terhadap pendidikan keluarga sehingga 9 anaknya dapat menyelesaikan pendidikan Sarjana, Magister dan Doktor. (3). Fenihati Lase lulusan terbaik tahun 2020 dari prodi PGSD STKIP Rokania berdedikasi dan inovasi tinggi sebagai pendidik daerah terpencil.

Penghargaan juga diberikan kepada lulusan terbaik dari tiga prodi yaitu: (1). Islamiati dengan IP 3.72 dan Rafika Dewi dengan IP 3.62 prodi PBSI, (2). Mela Retno Sari demgan IP 3.70 prodi PGSD, dan (3). Tagor Matondang dengan IP 3.57 prodi PJKR.
Hadir pada acara ini Pembina Yayasan Rokan Riau Raya, Drs. Hasrijal, MM, dan sivitas akademika STKIP Rokania.

| an/bakaba

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
Next Post

Muhammadiyah dan Pariwisata Syari’ah

Persyarikatan Muhammadiyah diharapkan ambil bagian untuk mengembangkan pariwisata berbasis syari’at Islam, khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Pariwisata Syari'ah - Ustadz Irwandi Nashir