Covid-19 Agam: 5 Orang Petugas Medis Terpapar

redaksi bakaba

Hasil tes Swab Labor Fakultas Kedokteran Unand menyimpulkan positif terinfeksi: 3 orang petugas Puskesmas Baso, satu orang bidan Desa di Sungai Cubadak, dan satu orang petugas labor Puskesmas Lubuk Basung.

Bagikan
  • 142
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Gambar oleh Darko Stojanovic dari Pixabay
Gambar oleh Darko Stojanovic dari Pixabay

bakaba.co | Agam | Penyebaran virus Corona: Covid-19 di Kabupaten Agam terus bertambah. Hari ini diketahui 5 orang petugas medis yang bekerja di Puskesmas positif Terpapar virus Covid-19.

“Petugas medis puskesmas yang positif Covid-19 terkait dengan dua warga yang sebelumnya positif terinfeksi.”

Kepastian itu disampaikan Martias Wanto, Sekda Kab. Agam, yang juga Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Agam, melalui telpon selular pada bakaba.co, Rabu, 6 Mei 2020.

Pegawai puskesmas terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tracking terhadap pasien sebelumnya: ‘Agus’ dan ‘Jun’. Hasil tes Swab Labor Fakultas Kedokteran Unand menyimpulkan positif terinfeksi: 3 orang petugas Puskesmas Baso, satu orang bidan Desa di Sungai Cubadak, dan satu orang petugas labor Puskesmas Lubuk Basung.

Penyebaran Covid-19 sebelumnya di wilayah Kab. Agam diawali terpaparnya ‘Jun’, pria 60 tahun dan ‘Agus’, pria 62 tahun. Zona terjadinya kontak diawali di pasar.

‘Jun’, warga Nagari Padang Tarok, Baso terinfeksi setelah berinteraksi di Pasar Kota Payakumbuh. ‘Agus’, Warga Koto Baru, Baso, tinggal di Jorong Surau Labuah, Nagari Panampuang, Kec. Ampek Angkek.

‘Agus’ yang semula didera batuk dirawat anaknya, sehingga anaknya ‘Wir’, wanita 37 tahun juga positif terinfeksi Covid-19. ‘Jun’ akhirnya juga menularkan virus Covid-19 ke anaknya.

Dari penelusuran yang dilakukan karena ‘Jun’ dan ‘Agus’ berobat ke Puskesmas Baso, dan tempat lain. Akhirnya tim Gugus Tugas Agam mengirim sampel 71 orang untuk dites di laboratorium Fakultas Kedokteran Unand. Dari 71 sampel yang diuji hasilnya 5 positif , 18 negatif dan selebihnya akan diulang kembali.

“Untuk lima orang pasien yang positif terpapar Covid-19 ini juga kami lakukan tracking supaya jelas dengan siapa mereka berinteraksi sebelumnya,” kata Martias Wanto.

Upaya penyehatan kelima pegawai puskesmas yang positif terpapar Covid-19, Pemda Agam membawa ke BPSDM Padang Basi, Kota Padang. Sementara 4 pasien Covid-19 sebelumnya, masih dirawat di RSAM Bukittinggi.

Melihat perkembangan penyebaran virus Covid-19 di Agam, Martias Wanto meminta masyarakat mengurangi aktivitas di pasar.

“Melalui Forkompimda, Agam akan melakukan tindakan tegas pada wilayah yang rawan penyebaran Covid-19 sejak mulainya PSBB tahap dua ini,” kata Martias Wanto

Kami menghimbau saat PSBB tahap II ini agar masyarakat betul-betul mematuhi aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah” Ujar Martias Wanto pada bakaba.co

Minta Swab Ulang

Salah seorang dari lima petugas Puskesmas yang dinyatakan positif, ‘Fen’, meminta dirinya diulang Swab. “Saya ingin lebih memastikan benarkah positif atau tidaknya terpapar Covid-19,” kata ‘Fen’ kepada bakaba.co.

Sekarang ‘Fen’, yang bertugas di Puskesmas Baso, isolasi mandiri di rumahnya, merasa kondisinya dalam keadaan baik. Tetap melakukan puasa ramadhan. “Saya adalah Orang Tanpa Gejala. Saat hasil tes swab pertama keluar saya melakukan isolasi mandiri di rumah dan terpisah dengan keluarga,” ujarnya. 

Menurut informasi ‘Fen’, suaminya serta tiga anak, kedua orang tua dan 4 orang asistennya juga melakukan tes Swab agar mengetahui positif atau tidaknya terpapar Covid-19.

“Saya mematuhi anjuran protokol kesehatan Covid-19. Ini hanya menunggu hasil tes kedua saja agar ada kepastian,” kata ‘Fen’. ‘Fen’ sudah di Padang untuk perawatan sesuai protokol Covid-19.

Dirawat Saja

Terkait tiga pegawai Puskesmas Baso yang positif Covid-19, Camat Baso Mhd. Noviardi Ismail, pihaknya telah melakukan upaya mediasi agar Petugas Puskesmas yang terpapar Covid-19 segera dievakuasi agar mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Camat Baso Muhammad Noviardi Ismail
Camat Baso Muhammad Noviardi Ismail. foto doc. istimwea

“Kalau hanya isolasi mandiri tentu akan menimbulkan keresahan masyarakat sekitarnya. Apalagi Lingkungan sekitar tidak mendukung dan bisa menimbulkan polemik baru nantinya,” kata Noviardi saat ditanya bakaba.co.

Kurangi Seremoni

Keadaan pandemi Covid-19 di Agam, yang sebelumnya nol kasus Covid-19, sekarang sudah 9 orang positif terinfeksi. Melihat fakta itu, anggota DPRD Agam Zulhefi menyarankan, Pemkab. Agam lebih konsentrasi menghadapi pandemi Covid-19.

“Bupati Indra Catri kurangi kegiatan seremonial di tengah masyarakat. Ambil tindakan tegas saat PSBB tahap dua pada wilayah yang berpotensi penyebaran Covid-19,” kata Zulhefi yang diminta bakaba.co tanggapannya.

Zulhefi Anggota DPRD Kab. Agam
Zulhefi Anggota DPRD Kab. Agam

Lebih jauh Zulhefi mengatakan, perlu dilakukan pemantauan lebih mendalam lagi. Kalau Pemkab. Agam lalai tentu akan berakibat fatal pada masyarakat luas nantinya.

“Dalam beberapa hari terakhir sudah sembilan orang positif terpapar pandemi Covid-19 di Agam,” ujar Zulhefi.

Zulhefi juga menambahkan masih banyak Alat Pelindung Diri (APD) yang ada dan dimiliki Puskemas di Agam tidak standar. “Kondisi ini harus jadi perhatian serius Bupati Agam agar masalah Covid-19 tidak jadi bom waktu,” kata Zulhefi.

~ Fadhly Reza
~ Gambar oleh Darko Stojanovic dari Pixabay 

Bagikan
  • 142
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Next Post

Ledakan Covid-19 di Kab. Solok dan Agam

"Lonjakan cukup signifikan terjadi di Kabupaten Agam dengan pertambahan lima orang warganya positif terinfeksi Covid-19. Semuanya tenaga kesehatan wanita."
Gambar oleh muhammad rizky klinsman dari Pixabay