Home > Berita > Tradisi Pabukoan dan Kuliner Khas Kampung

Tradisi Pabukoan dan Kuliner Khas Kampung

Bakaba.co ~ Bulan puasa datang, pasar ‘pabukoan’ yang sudah jadi tradisi atau kebiasaan, ramai dikunjungi masyarakat. Pasar kampung atau ‘pakan’ yang lazimnya dibuka sekali sepekan, selama bulan puasa dibuka tiap hari.

“Pakan Akaik ini sekarang, dalam bulan puasa, dibuka tiap hari. Biasanya dibuka dan ramai setiap Jumat. Dulunya sesuai nama, dibuka hari Minggu, Ahad. Karena di nagari tetangga pasarnya hari Minggu pula, yang di sini diubah ke hari Jumat.”

Cerita itu disampaikan Gusmal, akrab dipanggil Mak Dang, Pengurus Pasar Kulaan Kamba, Nagari Kubang Putiah kepada wartawan pada puasa pertama 1439 H.

Pakan Akaik di Kubang Putiah sudah ada sejak seabad lalu. Keberadaan pasar Nagari atau Pakan di nagari-nagari di wilayah Minangkabau, termasuk Luhak Agam sudah ada berabad-abad lalu. Perkembangan keadaan yang membuat banyak pakan, pasar nagari mati dan tidak aktif lagi. Di beberapa nagari masih ada yang bertahan. Salah satunya Pakan Akaik, Kulaan Kamba, Kubang Putiah, Agam.

Pabukoan khas

Suasana di Pakan Akaik, menjelang asyar hari pertama puasa, terlihat ramai. Bangunan tanpa sekat atau petak-petak kios, itu beratap seng. Modelnya masih gaya bangunan pasar lama yakni berupa los. Ada dua bangunan. Satu bagunan sudah direnovasi, satu lagi masih bangunan lama.

“Pasar ini diperbaiki dengan biaya yang asalnya dari sewa yang dibayar para pedagang. Tidak diperbaiki sekaligus, tapi bertahap,” ujar Mak Dang.

Di bawah bangunan itu seratusan pedagang menggelar dagangan. Rata-rata dagangan ditaruh di atas meja. Dalam bulan puasa, berbagai macam jenis makanan dan minuman disuguhkan. “Menurut informasi, di Pakan Akaik banyak makanan tradisional khas penganan puasa yang dijual,” kata seorang wartawan.

Dalam amatan bakaba.co, Pakan Akaik ibarat pasar kuliner dengan berbagai macam makanan dan minuman dan keperluan lainnya. Dari segi makanan, tidak hanya khas kampung atau tradisional. Tetapi juga banyak makanan olahan model sekarang. Begitu juga jenis minuman, sambal banyak ragamnya.

Makanan pabukoan untuk melepaskan puasa yang dijual di Pakan Akaik, terlihat ada kampiun, juga ada berbagai jenis kolak dengan bahan utama pisang, ubi jalar, labu. Juga bisa didapat makanan ringan berupa ‘lapek’ dengan berbagai bahan, ada ‘lapek bugih’, ‘lapek nagosari’, ‘lapek pisang’ dan lainnya. 

Makanan dan minuman zaman sekarang juga hadir di Pakan Akaik di saat puasa. Mulai dari ayam goreng rasa ‘KFC’, juice dengan berbagai ragam rasa buah, dan minuman lainnya.

Dadakan

Pasar tempat berjualan ‘pabukoan’, selain yang sudah biasa, juga ada yang dibuat dadakan. Di Agam dan Bukittinggi, ada banyak pasar pabukoan yang mendadak. Di Bukittinggi sejak puasa pertama muncul pasar ‘pabukoan’ di lapangan Kantin, di halaman biskop, di pinggir jalan Jembatan Besi, di berbagai titik di pinggir jalan dalam kota. Di wilayah Agam, pasar ‘pabukoan’ muncul di berbagai nagari. Seperti di simpang Biaro, di simpang Kapau, simpang Tanjung Alam.

Ada pasar ‘pabukoan’ di Bukittinggi, persisnya di depan mesjid di Garegeh, yang cukup ramai. Pasar ini muncul beberapa tahun lalu hanya saat bulan puasa. Sementara di Pasar Baso, Agam, semakin ramai di saat bulan puasa karena kios dan pedagang khusus puasa bertambah.

 

Berburu makanan dan minuman di bulan puasa, akan mendapatkan berbagai jenis dan model kuliner. Dari selera tradisi ke selera zaman kini, dari rasa kampung sampai rasa kampungan.

»asraferi sabri